Siapakah aku ? sebuah pertanyaan yang susah untuk diungkapkan karena pertanyaan itu harus dijawab oleh diri kita sendiri tentang sebenarnya siapakah diri kita. Sebenarnya yang bisa tahu tentang diri kita adalah orang lain karena orang lainlah yang bisa menilai baik buruknya diri kita. Kadang-kadang kita berpikir sejenak tentang siapakah sih sebenarnya diri kita dan untuk apa sih kita hidup didunia ini? Itu adalah sebuah pertanyaan yang mungkin seseorang tidak akan bisa mendapatkan jawaban tersebut kalau seseorang tersebut tidak berusaha mencari jati dirinya sendiri.Ngomong-ngomong tentang jati diri, yaitu dimana masa –masa saat pertumbuhan dan perkembangan fisik dan jiwa seseorang lagi bergejolak. Lebih pasnya yaitu masa pubertas atau bisa dibilang masa-masa remaja dimana saat pencarian jati diri baru dimulai. Dalam pencarian jati diri tersebut ada yang cepat tapi juga ada yang lamban. Proses yang cepat biasanya dia lebih peka tentang siapa dirinya, bisa menerima dirinya dengan positif, bersyukur atas apa yang di anugerahkan oleh Tuhan baik kelebihan maupun kelemahan yang dimiliki dan rata-rata mempunyai segala bentuk tindakan dan perilaku yang positif, bisa jadi karena sikap positif lebih banyak diterima dari sikap negatif. Begitu juga sebaliknya dengan seseorang yang dalam mencari jati dirinya agak lamban, yaitu karena seseorang tersebut tidak bisa menerima dan bersyukur apa yang telah di anugerahkan Tuhan kepadanya baik kelebihan maupun kelemahan yang dimilikinya. Sikap kurang menerima tersebut bisa jadi menghambat perkembangan jiwa seseorang untuk bisa berpikir positif, karena dengan sikap berpikir positif akan bisa mengetahui tentang sebenarnya jati diri seseorang. Tadi sekilas tentang pencarian jati diri, itu adalah langkah awal untuk menemukan titik terang tentang siapakah diri kita ini.
Setiap orang mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain tidak sama. Dengan adanya perbedaan tersebut kita diharapkan untuk selalu bersatu didalam perbedaan. Hidup akan begitu membosankan jika makhluk didunia ini semuanya sama. Begitu hebatnya Allah SWT yang telah menciptakan kita semua dengan bermacam-macam bentuk fisik dan sifat yang berbeda. Seharusnya kita bersyukur dengan apa yang telah diberikan Tuhan yang begitu luar biasa ini. Kita akan mengetahui betapa besar nikmat yang telah di anugerahkan oleh-Nya jika kita mau berpikir akan hal itu. Kenapa manusia beda dengan makhluk lainnya?itu adalah pertanyaan yang sangat sering didengar dan dibahas tapi jangan bosan untuk membahas pertanyaan itu karena meskipun sepele tapi begitu besar efeknya. Yang membedakan antara manusia dengan makhluk lain adalah yaitu manusia diberikan suatu kelebihan dari makhluk lain yaitu pikiran, makhluk selain manusia tidak dianugerahi hal semacam itu. Jadi tujuan diberikannya akal pikiran adalah agar kita sebagai manusia dalam melakukan segala bentuk tindakan dan perilaku harus dipikirkan terlebih dahulu sebelum melakukannya. Segala tindak tanduk dalam melakukan sesuatu harus secara hati-hati tidak boleh sembarangan karena jika sembrono maka akan berakibat fatal. Kemajuan zaman yang begitu pesat dengan dibarengi perkembangan teknologi yang begitu canggih membuat semuanya serba lebih mudah dan cepat, semua bentuk pekerjaan bisa dikerjakan lebih mudah, cepat, efektif dan efisien tanpa membuang banyak waktu beda sekali dengan zaman dahulu sebelum adanya teknologi canggih, semuanya serba manual yang membutuhkan waktu, tenaga, pikiran yang begitu besar. Jadi kita semuanya seharusnya bersyukur karena kita hidup di zaman modern yang memberikan segala bentuk fasilitas yang membuat hidup lebih mudah. Itu semua berkat adanya sebuah pemikiran, tanpa adanya pemikiran…orang tidak akan merasakan semua itu. Jadi semuanya adalah diawali dari pemikiran yang jenius dan usaha yang keras untuk mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Sekarang karena kita tahu bahwa kita mempunyai akal pikir, alangkah baiknya kalau kita memikirkan sesuatu hal dari diri kita sendiri sebelum memikirkan hal yang lain. Lebih tepatnya adalah memikirkan tentang siapa sih diri kita ini, kenapa kita hidup, apa tujuan kita hidup, dan apa yang harus dilakukan untuk hidup ini.
Kadang manusia merasa kehilangan tentang jati diri mereka, dan apa yang harus dilakukan untuk mencegah hal tersebut ? Adanya kehidupan pasti juga adanya kematian karena dunia ini silih berganti seperti siang berganti malam. Dengan mengingat bahwa kita hidup didunia ini pasti suatu saat pasti akan kembali ke Sang Pencipta maka dari itu setiap waktu setiap detik selalu berusahalah untuk selalu mengingat hal itu.Dengan mengingat bahwa kita hidup didunia ini hanya sementara dan selalu mengingat bahwa kelak di akhirat kita akan dimintai pertanggung jawaban tentang perbuatan kita selama hidup didunia ini. InsyaAllah kita akan selalu berpikir positif dan hati-hati dalam bertindak sehingga jati diri kita yang sebenarnya akan muncul pada diri kita. Sebenarnya jati diri semua manusia dibumi ini adalah baik karena kita awal mula diciptakan dalam keadaan suci dan tanpa dosa tapi karena dari waktu kewaktu hingga kita tumbuh dewasa keadaan suci tanpa dosa tersebut itu makin lama makin memudar, itu semua tergantung lingkungan dan keluarga. Kalau lingkungan dan keluarga memberikan dampak yang positif maka kita juga akan menjadi pribadi yang positif pula, tapi sebaliknya jika kita berada pada kelurga dan lingkungan yang kurang mendukung dan lebih dominan efek negatifnya maka efek tersebut akan masuk kedalam diri kita menjadi pribadi yang selalu berpikir negatif sehingga akan menutupi dan menghambat jati diri yang sebenarnya. Maka dengan selalu berpikir positif dan menghilangkan pikiran negatif akan membuat kita menjadi pribadi yang positif pula.