Kalau dilihat dari judulnya kayak ada pertandingan saja ya antara desa melawan kota hehehhe. Tapi disini saya akan membahas tentang perbedaan antara kehidupan di kota dengan di desa. Begitu berlawanan sekali antara kehidupan di kota dengan di desa, sangat jauh sekali perbedaannya. Perbedaan dimulai dalam berinteraksi dalam sosial, kebiasaan sehari-hari dan cara berpikirnya.

Kehidupan di kota sangat keras, di kota waktu begitu penting sekali karena waktu adalah uang (time is money) menurut peribahasa. Tanpa punya keahlian dan ketrampilan yang ada, mungkin akan sulit untuk hidup di kota. Masyarat di kota cenderung individualisme, sifat kemajemukannya / kebersamaannya kurang. Meskipun sifat sosialnya kurang tapi kehidupan orang di kota yang baik yaitu pekerja keras dan mandiri. Mereka berusaha seefisien dan seefektif mungkin menggunakan waktu untuk bisa menghasilkan uang. Tiap detik bagi mereka sangat berharga, mungkin itu semua karena kebutuhan untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Jadi mau tidak mau mereka harus bekerja untuk menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dapat makan darimana kalau mereka tidak bekerja, demi sesuap nasi apapun akan dilakukan, meskipun dengan cara yang halal dan haram. Tapi enaknya kalau hidup di kota, segala kemudahan bisa didapatkan dengan mudah. Segala impian dan cita-cita bisa digapai di kota. Intinya kalau ingin enak hidup di kota yaitu harus punya uang itu yang paling utama, yang kedua harus punya ketrampilan dan keahlian dan yang terakhir harus pintar-pintarnya kita bisa hidup di kota.

Tadi sudah membahas tentang kehidupan di kota, sekarang saya akan membahas tentang kehidupan di desa. Kehidupan di desa begitu sederhana, tenang, tentram dan damai tak terusik oleh suara bising seperti di kota, masyarakatnya begitu ramah. Kehidupan bermasyarakat di desa begitu tinggi, mereka lebih menjaga dan mengutamakan kebersamaan antara yang satu dengan yang lainnya. Rasa saling tolong menolong, gotong royong adalah ciri dari masyarakat di desa. Masyarakat desa lebih berpedoman “makan nggak makan yang penting kumpul” maksudnya mereka rela tidak makan asalkan mereka selalu bersama karena kehidupan di desa harus merata jadi tidak ada orang di situ yang kaya banget dan yang miskin banget. Ekonomi mereka disana rata-rata hampir sama karena kalau ada yang menonjol sedikit pasti terjadi kecemburuan sosial. Saling berbagi itulah yang selalu ada di masyarakat desa. Tapi sifat jeleknya didesa, tidak mau berpikir untuk maju karena rata-rata penduduk di desa kurang memiliki cara pandang untuk berpikir tentang masa depan yang lebih baik. Jadi mereka lebih memanjakan otak mereka untuk malas berpikir. Kenapa kehidupan di desa tidak maju- maju karena mereka lebih mengandalkan otot daripada otak. Selain itu kalau mereka ingin mendapatkan sesuatu agak sulit karena mungkin jarak atau tidak adanya sesuatu yang di inginkan tidak ada atau sulit di jangkau karena mungkin adanya barang yang di inginkan terdapat di kota.

Demikian sedikit kilasan tentang perbedaan kehidupan di kota dengan di desa yang mempunyai ciri-ciri, enak dan tidak enaknya, positif dan negatifnya.